Menerapkan Konsep Lean dan Six
Sigma di Sektor Publik
D. Manggala, ST, MBA Quality/Master Black Belt PT. GE Finance Indonesia Email : d_manggala@yahoo.com
Referensi: Halliday, Stephen. "Improving Service and Public Sector Organisations." Accessed from http://www.onesixsigma.c om/experience/white_pape rs/whitepaper_pages/shalli day_wp6.php Khoo, NK. "How Six Sigma Can be Effectively Integrated into the Government Agencies?" Lean Sigma Institute, accessed via Google. Ruller, Dave. "Kingsport Public Works Uses Six Sigma to Do More With Less." City of Kingsport, accessed via Google. Speech by MR LIM SIONG GUAN, Head, CIVIL SERVICE AT THE 12TH PS21-MFE FORUM ON ORGANISATIONAL EXCELLENCE, 9 AM, 29th August 2002, Institute of Public Administration and Management.
Accessed from http://app.mof.gov.sg/new s_speeches/speechdetails.a sp?speechid=71
D. Manggala, ST, MBA Quality/Master Black Belt PT. GE Finance Indonesia Email : d_manggala@yahoo.com
Referensi: Halliday, Stephen. "Improving Service and Public Sector Organisations." Accessed from http://www.onesixsigma.c om/experience/white_pape rs/whitepaper_pages/shalli day_wp6.php Khoo, NK. "How Six Sigma Can be Effectively Integrated into the Government Agencies?" Lean Sigma Institute, accessed via Google. Ruller, Dave. "Kingsport Public Works Uses Six Sigma to Do More With Less." City of Kingsport, accessed via Google. Speech by MR LIM SIONG GUAN, Head, CIVIL SERVICE AT THE 12TH PS21-MFE FORUM ON ORGANISATIONAL EXCELLENCE, 9 AM, 29th August 2002, Institute of Public Administration and Management.
Accessed from http://app.mof.gov.sg/new s_speeches/speechdetails.a sp?speechid=71
Apa Perlu?
Implementasi konsep Lean dan Six Sigma di dunia
bisnis/swasta sudah beberapa tahun berjalan dan
banyak perusahaan yang mulai mendapatkan manfaat
berupa peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam
kinerja perusahaannya. Walaupun dimulai di dunia
manufaktur, kedua metode tersebut lambat laun mulai
diterapkan di dunia jasa, transaksional dan
administratif. Industri keuangan, perhotelan, dan
teknologi informasi dikabarkan sangat gencar
melakukan perbaikan disana-sini menggunakan
konsep Lean dan juga Six Sigma.
Bagaimana dengan sektor publik dan lembaga pemerintah? Pandangan
umum yang beredar adalah dunia swasta/bisnis berbeda dengan jasa
pelayanan publik dan lembaga pemerintahan, jadi konsep seperti Lean Six
Sigma tidak akan manjur untuk jasa publik. Walaupun pandangan tersebut
mewakili realitas kita sekarang, namun dalam hal perbaikan proses sebaiknya
kita yang bergerak di industri swasta ikut membantu menyebarluaskan
konsep Lean dan Six Sigma ini untuk diterapkan di dunia pelayanan publik.
Kenapa? pada akhirnya KITA semua akan mendapat manfaatnya: baik
masyarakat umum, sektor swasta, maupun lembaga pemerintah sendiri.
Mungkin timbul pertanyaan, lalu dibidang apa konsep Lean dan Six Sigma ini
bisa diterapkan dalam sektor publik? Jawabannya adalah disegala sektor.
Pernahkah kita, sebagai konsumen, mencatat berapa kali terjadi pemadaman
listrik dalam setahun? Berapa rata-rata waktu pembuatan KTP atau Paspor
atau SIM? Berapa jumlah kegagalan penanganan pasien di rumah sakit
pemerintah? Berapa lama waktu pengurusan suatu dokumen, misalnya
pertanahan atau perijinan usaha, di suatu instansi? Apakah kita, sebagai
konsumen mempunyai keinginan tertentu untuk jasa publik? TENTU! Kita
tentu saja ingin agar pelayanan listrik kita tidak pernah padam, atau paling
tidak mempunyai tingkat pemadaman yang sekecil mungkin? Kita juga tentu
ingin agar pembuatan KTP atau Paspor bisa secepat mungkin dengan harga
yang terjangkau. Apakah lembaga pemerintah mempunyai target tertentu
(spesifikasi) untuk pembuatan KTP? Apakah mereka sudah menerapkan
metode yang terstruktur dalam memperbaiki prosesnya?
Nah, menurut saya, disinilah opportunity yang kita punya.
Setiap pekerjaan merupakan proses; punya input dan
output, punya supplier dan customer. Lean dan Six
Sigma merupakan metode terstruktur untuk memperbaiki
proses, apapun jenis prosesnya; baik untuk memproduksi
barang, pelayanan, maupun bersifat administrasi. Masih
ingat tentang bencana akibat gundukan (tepatnya
"gunung") sampah di Leuwigajah? Bencana ini membuka
mata kita semua betapa buruknya koordinasi
penanganan sampah di kota Bandung (serta mungkin
kota-kota lain di tanah air). Untuk perbandingan, kota
Kingsport di negara bagian Tennesse, Amerika Serikat,
mendapatkan penghargaan "Community Good Works"
dari American Society for Quality (ASQ) karena
pemerintah kota ini menggunakan konsep Six Sigma
untuk memperbaiki penanganan sampahnya. Yang
pertama mereka lakukan adalah melakukan customer
survey untuk mendapatkan umpan balik dari masyarakat
tentang apa yang diinginkan pelanggan (yaitu warga kota
disana). Berdasarkan survei tersebut, mereka melakukan
perbaikan agar pelayanan penanganan sampah sesuai
dengan keingnan warga dengan tingkat variasi yang
rendah. Mungkin banyak yang berpendapat, tentu saja
disana mereka bisa, disana kan sudah sangat maju.
Mereka punya dana yang lebih banyak. Menurut saya,
disitulah inti dari peningkatan efisiensi dan efektivitas
yang ingin kita lakukan. Dengan dana terbatas, kita ingin
melakukan yang lebih baik. Doing more for less adalah
inti dari konsep Lean dan Six Sigma.
Untuk contoh yang lebih dekat, Singapura dan Malaysia
sudah mulai mempelajari dan menerapkan konsep Lean
dan Six Sigma dalam peningkatan pelayanan publik.
Alexandra Hospital di Singapore sudah menerapkan Six
Sigma untuk meningkatkan turn around time (TAT) dalam
pelayanan pasien. Mereka menargetkan (dan berhasil)
untuk merampingkan proses sehingga dalam 60 menit
seorang pasien sudah mendapatkan pemeriksaan dari
dokter spesialis dan menerima obat. Inisiatif peningkatan
pelayanan menggunakan metode yang sama sudah
mulai diterapkan pada paling tidak oleh 7 badan
pemerintah di Singapore.
Bukan Hanya Masalah Statistik
Pandangan yang salah tentang Six Sigma adalah bahwa
ini merupakan konsep statistik belaka atau juga pendapat
bahwa pelayanan publik tidak memerlukan kualitas
sekelas 6 sigma (atau hanya 3.4 cacat dalam sejuta
proses). Bahwa metode six sigma menggunakan konsepkonsep
statistik adalah benar, dan menargetkan target
ideal 3.4 DPMO (defects per million opportunities) adalah
juga benar, namun pada dasarnya yang penting adalah
kita ingin menggunakan metode yang terstruktur
berdasarkan data dan fakta untuk mengambil keputusan
dalam memperbaiki kinerja kita.
Penerapan Six Sigma juga tidak memerlukan seorang
profesor atau doktor statistik, konsepnya cukup gampang
dipelajari, yang susah memang tinggal implementasinya.
Kendala Penerapan Kosep Lean dan Six Sigma pada
Sektor Publik
Merangkum tulisan NK Khoo dari Lean Sigma Institute,
kendala utama penerapan ini tentu tak lain dan tak bukan
adalah musuh utama Bangsa Indonesia yakni KKN
(Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Selain itu, sektor pelayanan
publik dan badan pemerintah juga biasanya tidak punya
insentif untuk meningkatkan kinerja, karena pada
umumnya adalah satu-satunya badan di sektor itu dan
juga karena faktor lain seperti masalah politik dan
penghargaan yang cenderung berdasarkan masa
kerja/senioritas.
Selain itu, tantangan utama lain adalah paradigma akan
pelanggan. Banyak pelayanan publik yang "lupa" bahwa
masyarakat adalah pelanggan, dan mereka membayar
(pajak, retribusi, dan ongkos ini itu) untuk dilayani.
Sehubungan dengan hal ini, organisasi pemerintah sering
tidak mempunyai pandangan yang seragam akan proses
mereka sendiri (artinya perlu ada studi seperti value
stream mapping).
Hal yang Membuat Mungkin
Dari pengamatan saya, masyarakat kita yang lulus SMU
secara umum dapat memahami konsep-konsep Lean dan
Six Sigma dengan mudah (ini berdasarkan pengalaman
pribadi dalam berinteraksi dalam workshop dan training).
Selain itu pejabat-pejabat pemerintah kita adalah orangorang
terdidik yang pintar, lulusan dari sekolah-sekolah
terbaik di Indonesia bahkan di dunia. Artinya apa?
Artinya, secara pribadi mereka pasti tahu dan familiar
dengan konsep seperti Lean dan Six Sigma.
Implementasi untuk sekarang ini memang sulit mengingat
kompleksnya permasalahan negara kita. Namun untuk
memulai, tentunya bisa dari sekarang. Kalau Malaysia
dan Singapura bisa, kenapa kita tidak?
Penutup
Masyarakat swasta/bisnis punya kewajiban untuk
membantu badan pemerintah untuk mempelajari Lean
dan Six Sigma, karena pada akhirnya itu akan juga
menguntungkan swasta. Bayangkan kalau proses
birokrasi semakin cepat dan murah, reliability listrik dan
telpon makin baik, betapa nyamannya berinvestasi di
Indonesia...
No comments:
Post a Comment