Translate

Friday, July 29, 2016

SERTIFIKASI SIX SIGMA

SERTIFIKASI  SIX  SIGMA

Jerry Wirasmono Widjojo BS, MBA, MPM
- Professional Development Unit Manager - PQM Consultants - Jakarta

 Apakah Six Sigma itu?
Pada saat ini, banyak perusahaan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, sudah mulai menerapkan Six Sigma Quality. Konsep qualitas dengan pendekatan Zero Defect (3.4 defect per Million opportunity) yang dipelopori oleh Motorola di Amerika serikat ini telah banyak menarik perhatian para CEO karena munculnya bottomline Increase karena penghematan biaya dari improvement yang dijalankan.
Banyak sekali definisi Six Sigma yang dibuat baik oleh perusahaan - perusahaan atau oleh para ahli di bidang qualitas. Tetapi mungkin definisi yang “netral” adalah dari The International Organization for Standardization (ISO) yaitu “a statistical business-improvement approach that seeks to find and eliminate defects and their causes from an organization’s processes, focusing on outputs of critical importance to customers.”
Mengapa Sertifikasi?
Untuk menjalankan Six Sigma Improvement Project diperlukan personel yang kompeten dibidang ini. Di dalam Six Sigma Manajemen dikenal istilah Green Belt, Black Belt, Master Black Belt, dan modifikasi belt-belt lainnya. Istilah yang selama ini dikenal dari manajemen karate ini diadopsi Michael Harry (pencetus ide Six Sigma Quality di Motorola) dan digunakan untuk menunjukkan tingkat kompetensi seseorang di bidang Six Sigma Manajemen. Untuk mendapatkan kompetensi di setiap jenjang belt, seseorang harus mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi disamping persyaratan menjalankan proyek dan/atau mengajar (untuk tingkatan belt tertentu). Nilai utama dari sebuah sertifikasi adalah pengakuan sebuah training atau sebuah kompetensi yang dalam hal ini adalah Six Sigma. Sertifikasi ini adalah salah satu syarat promosi ditingkat manajerial atau sebagai suatu alat ukur kemapuan seperti yang dilakukan di General Electric (GE) yang diikuti oleh perusahaan – perusahaan lain di dunia.

Sertifikasi Six Sigma Sertifikasi
Six Sigma dibagi dalam menjadi Green Belt Certification, Black Belt Certification dan Master Black Belt. Dimana untuk mendapatkan sertifikasi ini seseorang harus mengikuti sebuah ujian. Setiap orang dapat mengikuti ujian sertifikasi Green Belt maupun Black Belt. Adapun keterangan lebih rinci mengenai sertifikasi ini adalah sebagai berikut:
Green Belt Peserta ujian sertifikasi Green Belt tidak perlu melakukan suatu Six Sigma Project. Peserta ujian hanya mengikuti ujian dan mendapatkan nilai tertentu Green Belt Level Score).
 Black Belt Sertifikasi Black Belt (Exam only) tidak perlu melakukan suatu Six Sigma Project. Dalam hal ini, beda antara Green Belt dengan Black Belt (Exam only) adalah nilai akhir ujian. Tetapi untuk mendapatkan Black Belt (Full certification), peserta ujian harus memimpin dan menyelesaikan paling tidak dua Six Sigma project, dimana proyek – proyek ini akan diukur (assess) terlebih dahulu sebelum Black Belt full certification didapat.
Master Black Belt Diatas Black Belt (Full Certification) masih terdapat satu tingkatan lagi, yaitu Master Black Belt. Adapun syarat – syarat Master Black Belt (MBB) Certification adalah Black Belt (Full Certification) dan bukti bahwa calon MBB telah membina para black belt.
Ujian sertifikasi Six Sigma dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu: Fundamentals dan Applications. Adapun format ujian dari masing – masing bagian adalah sebagai berikut:
Adapun nilai minimal untuk mendapatkan predikat lulus ujian Six Sigma Green Belt, Black Belt atau Master Black Belt adalah sebagai berikut:


No comments:

Post a Comment